Sabtu, 15 Juni 2019


Rumah kebaya

Rumah adat Betawi yang satu ini memiliki ciri khas atap seperti pelana yang dilipat. Jika atap rumah dilihat dari samping maka atap akan terlihat seperti lipatan kebaya. Dari situlah mengapa rumah ini diberi nama rumah Kebaya. Selain itu pada rumah kebaya juga terdapat ruangan-ruangan dengan berbagai fungsi.

Fungsi Ruangan Pada Rumah Kebaya
Rumah kebaya memiliki beberapa ruangan-ruangan seperti rumah pada umumnya. Setiap ruangan mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Berikut adalah ruangan-ruangan pada rumah kebaya beserta fungsinya:
1.   Paseban.
    Ruangan ini berbentuk seperti kamar yang digunakan untuk menginap para tamu. Jika ada saudara atau teman yang berkunjung kemudian menginap, maka mereka akan di tempatkan di ruangan ini. Jika sedang tidak ada tamu, ruangan ini biasanya digunakan untuk shalat.
2.   Teras.
     Ciri khas dari rumah kebaya adalah teras yang luas. Biasanya terdapat meja dan kursi yang berfungsi untuk bersantai dan beristirahat bersama keluarga. Selain itu tempat ini juga digunakan untuk menerima tamu.
3.   Ruang Tempat Tidur.
   Seperti rumah pada umumnya rumah kebaya juga memiliki ruangan untuk tidur. Rumah kebaya ini memiliki 4 ruangan tidur. Pemilik rumah biasanya menempati kamar dengan ukuran paling besar.
4.   Pangkeng.
   Ruangan ini adalah ruangan bersantai untuk keluarga pada malam hari. Ruangan ini biasanya digunakan untuk sekedar bersenda gurau para anggota keluarga. Suasana keakraban anggota keluarga menjadi semakin hangat dan dekat.
5.   Srondoyan.
    Ruangan ini biasa disebut dapur. Biasanya terletak di bagian paling belakang dan jadi satu dengan ruang makan. Seperti pada umumnya ruangan ini digunakan untuk mengolah masakan.

Material Untuk Membangun Rumah Kebaya
1. Material Atap
Atap dari rumah kebaya ini terbuat dari genteng tanah liat. Tetapi ada juga yang terbuat dari anyaman daun kirai atau yang sering disebut atep. Untuk kontruksi kuda-kuda dan gording menggunakan kayu gowok atau kayu kecapi.
Reng sebagai dudukan atap genteng, terbuat dari bambu yang dibelah. Sedangkan kaso berfungsi untuk dudukan reng terbuat dari bambu utuh. Pemasangan reng dan kaso menggunakan bambu tali, yaitu dengan bambu yang dibelah kemudian dijadikan tali.
2. Material Dinding
Kayu yang digunakan untuk material dinding depan adalah kayu gowok atau kayu nangka, biasanya di cat dengan warna cerah seperti warna hijau atau warna kuning. Sedangkan untuk dinding lainnya menggunakan anyaman dari bambu. Daun pintu dan jendela untuk rumah kebaya berukuran besar.
Pada daun pintu terdapat jalusi (lubang udara) agar udara dalam ruangan selalu berganti. Hal ini bertujuan agar udara dalam ruangan tetap segar dan sirkulasi udara tetap terjaga. Sehingga penghuni rumah merasa nyaman.
3. Material Struktur
Pondasi pada rumah kebaya terbuat dari susunan batu kali dengan sistem umpak. Sedangkan untuk landasan dinding menggunakan pasangan batu bata. Untuk kolom-kolom bangunan rumah ini terbuat dari kayu nangka.

Nilai Filosofis Rumah Kebaya
Rumah kebaya memiliki teras yang luas disertai meja dan kursi, hal ini memiliki nilai filosofis tersendiri. Ruang teras tersebut mengandung arti bahwa orang Betawi senantiasa terbuka. Selalu menghargai tamu yang datang.
Orang Betawi tidak membeda-bedakan, siapapun orang yang datang bertamu tetap akan di terima dengan ramah. Walaupun berbeda keyakinan berbeda suku, orang Betawi tetap menerima dan menjamu tamu seperti hal nya tamu lain. Orang Betawi memiliki semangat menerima perbedaan keragaman etnis.
Rumah Kebaya biasanya dilengkapi dengan pagar yang mengelilingi rumah. Ini artinya walaupun orang betawi terbuka, mereka tetap memiliki batas. Mereka dapat membedakan mana hal yang positif dan mana hal yang negatif.
Saat ini banyak sekali kebudayaan luar yang masuk ke Negeri kita, semakin lama jika dibiarkan kebudayaan kita akan luntur bahkan hilang. Jika tidak hati-hati semakin lama kebudayaan asli Indonesia akan hilang. Menurut filosofi di atas, orang Betawi akan tetap menerima kebudayaan yang baik dan meninggalkan kebudayaan yang buruk.
(Sumber: https://www.romadecade.org/rumah-adat-betawi/#)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar