Kamis, 15 November 2018


TUGAS TIPOLOGI BANGUNAN
TIPOLOGI LANGGAM BANGUNAN MASA KOLONIAL

 

CHANDRA RIFQI PRAMESTA
21317319
2TB02

I.Pendahuluan
Pengertian Arsitektur Kolonial
Arsitektur kolonial merupakan sebutan singkat untuk langgam arsitektur yang berkembang selama masa pendudukan Belanda di tanah air. Masuknya unsur Eropa ke dalam komposisi kependudukan menambah kekayaan ragam arsitektur di nusantara. Seiring berkembangnya peran dan kuasa, kamp-kamp Eropa semakin dominan dan permanen hingga akhirnya berhasil berekspansi dan mendatangkan tipologi baru. Semangat modernisasi dan globalisasi (khususnya pada abad ke-18 dan ke-19) memperkenalkan bangunan modern seperti administrasi pemerintah kolonial, rumah sakit atau fasilitas militer. Bangunan – bangunan inilah yang disebut dikenal dengan bangunan kolonial.

Perkembangan Arsitektur Kolonial di Indonesia
Sejarah mencatat, bahwa bangsa Eropa yang pertama kali datang ke Indonesia adalah Portugis, yang kemudian diikuti oleh Spanyol, Inggris dan Belanda. Pada mulanya kedatangan mereka dengan maksud berdagang. Mereka membangun rumah dan pemukimannya di beberapa kota di Indonesia yang biasanya terletak dekat dengan pelabuhan. Dinding rumah mereka terbuat dari kayu dan papan dengan penutup atap ijuk. Namun karena sering terjadi konflik mulailah dibangun benteng. Hampir di setiap kota besar di Indonesia. 

Dalam benteng tersebut, mulailah bangsa Eropa membangun beberapa bangunan dari bahan batu bata. Batu bata dan para tukang didatangkan dari negara Eropa. Mereka membangun banyak rumah, gereja dan bangunan-bangunan umum lainnya dengan bentuk tata kota dan arsitektur yang sama persis dengan negara asal mereka. Dari era ini pulalah mulai berkembang arsitektur kolonial Belanda di Indonesia. Setelah memiliki pengalaman yang cukup dalam membangun rumah dan bangunan di daerah tropis lembab, maka mereka mulai memodifikasi bangunan mereka dengan bentuk-bentuk yang lebih tepat dan dapat meningkatkan kenyamanan di dalam bangunan.


II.Bangunan kolonial
Salah satu contoh bangunan kolonial di Indonesia adalah Museum Bank Indonesia.

MUSEUM BANK INDONESIA
Bank Indonesia (BI) adalah bank sentral Republik Indonesia. Bank ini memiliki nama lain De Javasche Bank yang dipergunakan pada masa Hindia Belanda. Sebagai bank sentral, BI mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdkkNW653CfV_uAj5ybx6bhAa0tATCr0gK9RM1uwRQib2Xgyz2UgfYcGCwezI8lfgGcJ2FDR_nTIGK1hk24ICFuf9J8iIzGHvm0R9Mz0m8pnIryyDwW1R2231ndm-jl-5KImiwQyynEP4/s400/untuk-edukasi-masyarakat-seputar-keuangan.jpg

Sejarah
Bangunan Museum Bank Indonesia di kawasan Kota merupakan gedung bekas De Javasche Bank (DJB). Dahulunya gedung ini adalah sebuah rumah sakit yang dikenal dengan nama Binnen Hospital. pertama kali digunakan oleh DJB sejak 8 April 1828.
Kemudian pada tahun 1910, atau lebih dari 80 tahun setelah menempati gedung tua bekas rumah sakit ini, DJB mulai membangun kembali gedung ini. Perancangan bangunan dikerjakan oleh Biro Arsitek Ed. Cuypers & Hulswit yang kemudian berubah menjadi Architecten & Ingenieursbureau Fermont-Cuypers.

Pembangunan tahap pertama selesai pada tahun 1912 merupakan gedung bergaya arsitektur neoklasik Eropa yang terletak di sepanjang Binneninieuwpoorstraat, kini Jalan Pintu Besar Utara. Pada tahun 1922, pembangunan tahap kedua dimulai dengan menambah beberapa ruangan baru seperti ruang simpan barang berharga (kluis), ruang arsip, ruang pertemuan besar (ruang hijau), rumah penjaga gedung (concierge) dan garasi.

Pembangunan tahap ketiga dilakukan pada tahun 1924, merupakan perluasan dari tahap sebelumnya dengan membangun sebuah unit di bagian belakang sepanjang Kali Besar menggantikan bangunan tua bekas rumah sakit. Selain itu, dibuat pula bangunan di sepanjang Javabankstraat, kini jalan Bank, yang bertemu dengan bangunan tahap pertama di sisi utara. Bangunan baru ini memiliki kaca patri, dengan ragam hias berupa komoditas perdagangan pada masa Hindia Belanda dan dewa-dewi Yunani yang sangat indah.

Tahun 1933, pembangunan tahap keempat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ruang hasanah yang lebih luas dan ruang efek-efek. Dalam pembangunan kali ini, Biro Arsitek Fermont-Cuypers mendesain beberapa unit tambahan yaitu beberapa kluis baru yang ditempatkan pada perpanjangan bangunan di sisi Binneninieuwpoorstraat. Renovasi juga dilakukan di bagian muka di sisi jalan yang sama dengan gaya yang lebih sederhana.

Pembangunan tahap kelima dilakuka pada tahun 1935 untuk memodernisasi arsitektur tahap pertama. Selain menganut satu pintu keluar-masuk untuk menggantikan dua pintu gerbang sebelumnya. Tahap ini juga menghilangkan kubah yang semula menghiasi atap gedung. Pembangunan ini selesai dan diresmikan pada tanggal 12 Juni 1937. Pembangunan tahap kelima merupakan tahap terakhir dari rangkaian pembangunan gedung DJB. Selama Bank Indonesia menempati bangunan ini, tidak banyak perubahan yang dilakukan. 








DESAIN

https://dekdun.files.wordpress.com/2011/05/de-javasche-bank-te-batavia-19201.jpg?w=545

Bangunan Javasche Bank ini menganut gaya bangunan pada masa Renaisance. Ciri-ciri ini terlihat dari dekorasi bangunan. Tampak pula gaya renaissance pada pattern dinding bagian bawah yang dibuat bergaris-garis layaknya dinding-dinding dengan batu  bata (masonry).
https://dekdun.files.wordpress.com/2011/05/img_0612.jpg?w=545
Denah lantai 1

https://dekdun.files.wordpress.com/2011/05/img_0613.jpg?w=545
Denah lantai 2
https://dekdun.files.wordpress.com/2011/05/dsc-1954.jpg?w=545

Pada gambar diatas terlihat adanya minarate yang menunjukkan ciri khas bangunan masa kolonial. Bangunan ini menggunaan tritisan untuk mengurangi tampias air hujan dan Bukaannya juga terlihat begitu lebar sehingga mendukung sirkulasi udara ke dalam bangunan. Kebanyakan bangunan sekarang cahaya matahari atau tampiasan air hujan langsung kedalam bangunan lewat jendela/bukaan  dihalangi oleh katakanlah semacam sorsoran yang menjorok ke keluar bangunan akan tetapi pada bangunan ini justru bagian jendelanya yang dibuat mundur atau menjorok ke dalam.
https://dekdun.files.wordpress.com/2011/05/hgf.png?w=545
Pada gambar tampak diatas terdapat Dormer ditata dengan rapih disepanjang atap. dormer ini disebut sebagai lantern dimana fungsinya sebagai sirkulasi cahaya maupun udara. Dibagian tengah-tengah gambar tampak diatas Terdapat menara jam yang lazim berada pada bangunan penting pada zaman kolonial.
https://dekdun.files.wordpress.com/2011/05/bagian-dalam-javasche-bank1.jpg?w=545

Bangunan ini menggunakan relief bergaya campuran dari candi borobudur dan gaya klasik eropa, menurut informasi yang saya dapatkan bangunan Javasche bank batavia ini adalah bangunan gaya klasik eropa pertama sehindia belanda yang menggunakan campuran gaya dekorasi daerah setempat/lokal. Kolom-kolom pada bangunan ini menggunakan yunani doric.
https://dekdun.files.wordpress.com/2011/05/kaca-patri-javasche-bank1.jpg?w=545
Gambar di atas adalah gambar kaca patri. Kaca-kaca patri di gedung ini dipesan dari studio Jan Schouten, Delft, Belanda—diperkirakan pada sekitar 1922, 1924, dan 1935, ketika gedung ini dibangun. Karena dirawat dengan hati-hati, sampai saat ini kondisi kaca-kaca patri ini masih baik. Kaca patri ini adalah kaca yang dilukis dan diberi warna dengan cara dibakar hingga 1.100°C agar mendapat kualitas warna yang terbaik. Setelah diwarnai, kaca tersebut dirangkai menjadi beragam motif dengan menggunakan patrian timah. Motif lukisan kaca patri di gedung ini kebanyakan mewakili berbagai aspek seputar perdagangan dan kehidupan di Hindia Belanda.
https://dekdun.files.wordpress.com/2011/05/kaca-patri.jpg?w=545
Kaca patri di lobi ini terdiri dari tiga bagian. Di baris paling atas, sebelah kiri, menunjukkan seorang dewi berlambang kota Batavia (sebagai tempat berdirinya De Javasche Bank); dan di sebelah kanan menunjukkan seorang dewi berlambang kota Surabaya. Kaca-kaca patri di baris tengah menggambarkan berbagai kegiatan seni, seperti menyanyi, fotografi, drama, mematung, pembuatan film dan keramik. Pada baris terbawah, digambarkan berbagai aktivitas masyarakat Hindia Belanda kala itu. Dua yang paling kiri menggambarkan kegiatan bertenak dan bertani; di tengah menunjukkan dua kapal—kapal bermesin uap dan kapal layar—yang melaut mengangkut kekayaan Nusantara; dan dua yang paling kanan menggambarkan kegiatan panen dan membatik.
Ilustraasi Kasus

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-ET6OJF0jKyGU6Jo8LUEabKYpNAHYX6MX1fVibXpQvHpaqnyr8t4eLvvX9LCqWwQwseLtveDLvWXAuPF89nObk2p8yHTCYsSOB4lpvJsj_aLgwDH5hkP9JURASELddC1L3tl8TM4aUiQ/s640/Picture7.jpg

Merupakan denah lantai 1 Museum Bank Indonesia yang terdiri dari beberapa ruang diantaranya :
1.  Pintu masuk belakang
2.  Ruang serba guna
3.  Ruang gelar budaya
4.  uang jeda
5.  Ruang penerbitan & pengedaran uang









Ruang Perpustakaan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNpRPfJQv0cd6lNCCKyUgjZCDql4rMolbyhMAKtkbTuKvIPqHIW2W1I5vfS5IXKv59SitiP5ARiND-en7r6AnrV_2zPpJB4KSYY-PZ6FRlUYFwBwoFy666K1UN-Z49jyGBjvVjKhDlb_U/s640/Picture8.jpg

Merupakan denah lantai 2 Museum Bank Indonesia yang terdiri dari beberapa ruangan diantaranya :
1.                     Pintu Masuk Utama
2.                     Ruang Penitipan Barang
3.                     Ruang Manager
4.                     Ruang Lobby Hall & Loket
5.                     Ruang Pelayanan Pengunjung
6.                     Ruang Peralihan
7.                     Ruang Theater
8.                     Ruang Informasi BI
9.                     Ruang Sejarah Pra BI
10.                Ruang Sejarah BI Periode -1
11.                Ruang Sejarah BI Periode -2
12.                Ruang Sejarah BI Periode -3
13.                Ruang Sejarah BI Periode -4
14.                Ruang Sejarah BI Periode -5
15.                Ruang Sejarah BI Periode _6
16.                Ruang Jeda & Children Comer
17.                Ruang Direktur
18.                Ruang Gubernur
19.                Ruang Meeting
20.                Ruang Gelar Budaya
21.                Ruang Inspirasi
22.                Ruang Jeda & Children comer
23.                Ruang Numismatik
24.                Ruang BI Future
25.                Ruang Kerja
26.                Ruang Emas
27.                Ruang Souvenir


Fasilitas 
Museum BI beroperasi secara penuh pada tahun 2008. Museum Bank Indonesia akan menyediakan fasilitas-fasilitas berikut:


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiF3Ylj1cs78PmkVwgODWO3vWEmzkXPyQkLKfCmwjj78lyzV0WIJrZfkKqXBRzs_wuE5gR4ZhkYpgetXZltc_2cA0qw7-dx6EKiReqPsIdK7LJlmdhw_GY47IxJI5Cu6hnxeSektkF6s7c/s1600/Picture10.jpg

Ruang Penitipan Barang, disediakan bagi pengunjung yang hendak menitipkan barang-barangnya selama berkunjung ke Museum Bank Indonesia.

Pusat Informasi Bank Indonesia, dalam ruangan ini pengunjung akan dibanjiri dengan berbagai informasi dari masa lalu hingga masa kini dengan time series yang cukup panjang mengenai sejarah dan peran Bank Indonesia. Informasi tersebut dapat diakses menggunakan perangkat multi media, sehingga bermanfaat untuk keperluan penelitian, pembuatan analisis, dan sebagainya.
Di samping informasi yang berasal dari Bank Indonesia, juga dapat diakses informasi dari beberapa sumber lain, dalam dan luar negeri. Disediakan pula fasilitas untuk mencetak (printing) data/informasi dari komputer. Kelengkapan informasi dalam ruangan ini masih ditambah dengan hadirnya BI Virtual Museum, yang akan memberikan informasi tentang Museum Bank Indonesia melalui jaringan internet. 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4MdgaksR_InfHlk5LuMzCbTIMGJhyphenhyphenOH-1VDGVDM3Rkfahoh49z7I7vxZMr0ZS-ATChLlKuJ9ufsC62SCl7CCnmoqPmIMdatVZWMGeI5x9aGeymJtXEesFxzBhVVrLz2NK_0ndqXA9TGA/s320/Picture9.jpg

Ruang Auditorium, terletak di lantai 2 Museum Bank Indonesia berdekatan dengan pusat informasi BI (BI Information Center). Ruangan ini digunakan sebagai tempat penyelenggaraan ceramah/seminar/diskusi, baik yang disponsori oleh Bank Indonesia maupun pihak luar.

Kios Buku dan Cenderamata, pengunjung dapat memperoleh berbagai hasil publikasi dan cenderamata yang berkaitan dengan museum, khususnya Museum Bank Indonesia. Snacks juga disediakan di sini.

Banking Expo, fungsi pembinaan bank yang diemban oleh Bank Indonesia, dapat direpresentasikan dalam ruang banking expo. Dalam ruangan ini, bank-bank dapat mempromosikan produk-produk terbarunya, sehingga pengunjung dapat membandingkan keunggulan dari setiap bank. Jadi, para pengunjung tidak hanya disuguhi sejarah perbankan di dalam ruang pamer, tetapi sekaligus dapat bertransaksi secara langsung.

Ruang Serbaguna, salah satu keunggulan Museum Bank Indonesia adalah terdapatnya beberapa ruangan yang dapat digunakan untuk kepentingan pengunjung. Salah satunya adalah ruang serbaguna yang terletak di lantai 1. Ruangan ini dapat digunakan oleh pengunjung untuk berbagai keperluan, seperti resepsi pernikahan, rapat besar, dan lain-lain. Perpaduan pesta modern di tengah-tengah nuansa sejarah akan menjadikan pesta yang diselenggarakan semakin berkesan. 
Cafe Museum, merupakan salah satu unsur modernisasi yang dihadirkan oleh Museum Bank Indonesia. Di tempat ini, pengunjung dapat beristirahat sekaligus menikmati makanan dan minuman yang lezat, lengkap dengan bacaan berupa harian dan majalah yang khusus mengupas masalah ekonomi, bisnis, dan perbankan. Ditambah lagi dengan adanya beberapa televisi yang menayangkan program-program yang berkaitan dengan ekonomi, bisnis, dan perbankan, sehingga sangat cocok untuk perjamuan ringan dengan relasi bisnis di siang hari.

Fine Dining Restaurant, berbeda dengan cafe museum yang menawarkan nuansa santai, fine dining restaurant, menawarkan suasana yang lebih eksklusif. Suasana ini akan semakin terasa pada malam hari di area inner court dan outeryard.

Perpustakaan, merupakan salah satu fasilitas unggulan Museum Bank Indonesia. Terdapat dua macam perpustakaan di Museum Bank Indonesia, yaitu: perpustakaan untuk para peneliti museum dan perpustakaan untuk umum. Kedua perpustakaan ini akan menyajikan koleksi lengkap, mulai dari buku-buku referensi, majalah, hingga dokumen-dokumen yang tersimpan dalam perangkat multi media, yang kesemuanya dapat dimanfaatkan oleh pengunjung untuk menambah wawasan, keperluan penelitian, maupun analisis.

Pertokoan, walaupun sarat dengan unsur edukasi, Museum Bank Indonesia juga menyajikan nuansa hiburan, yang diantaranya diwakili dengan jejeran pertokoan yang terletak di lantai 1. Ruang pertokoan ini menjual berbagai macam barang eksklusif, misalnya boutique.

Masjid, Museum Bank Indonesia menyediakan sarana ibadah berupa masjid yang terletak di dalam lingkungan museum.



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxjG2l-OQMq4ZEJQ9AIVpIVJGjvoSs0zMsuEZhQEjhvrelhVnYwbyvd5hZYE9c0BvYC06EUdHnJVqzkdmv22o4e8S2qFORks7O4kcwlLzf8EV5BJU53m8_A3MMYvcDC1kjk5rrYaUsqSM/s1600/Picture3.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOG2DNJg_BZGNYclFqnOgBD9fZDB702u7mzsHNnAL_Rtv4U-KQxpL9mvtR5elsHq_0d6c8VzuhyphenhyphenlzwI0ZcZcS2vyQ372isIvKFNkXBKrXsDQl4CATVxGipFV4sCreeddn5GwB0IAQ3n78/s1600/Picture2.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisyULLzUrNV2u3wAIR6n8lX6fTDOHXkCvY0mMZ9Sxp3rSYlp7aDw25UGHSVFeS8j_J5Wl77b0J4VWe-bMQiBDIMr8wS2p03W2IxBDiFR7gFOGZ-0Z4ppWvD4z9xqBcPg1wFLB_ufN3E58/s1600/Picture4.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRa3LhEYhALxCb_hqCK8-RvnDxMmF_KYZWb3O5UzQy6nltbZiWDqD-qDp8n_i7e8F5dYjw8HtA153UGKW7eeBBk55IMybRfazlWt5TCyNZlLoI9cuvJE53XZWS03EUdCgozDUjzvGxnDk/s320/Picture9.jpg

DAFTAR PUSTAKA




Jumat, 20 April 2018

PENDERITAAN

Chandra RP
1TB01
Ahmad N


Penderitaan

Definisi: Pengalaman seseorang pada waktu menahan sakit atau kesedihan. Penderitaan bisa secara fisik, mental, atau emosi. Banyak hal dapat menimbulkan penderitaan; misalnya, kerusakan akibat peperangan dan ketamakan dalam perdagangan, faktor-faktor keturunan yang tidak baik, penyakit, kecelakaan, ”bencana alam”, hal buruk yang dikatakan atau dilakukan orang lain, tekanan dari roh-roh jahat, kesadaran bahwa tidak lama lagi akan terjadi bencana, atau kebodohan diri sendiri. Penderitaan akibat bermacam-macam hal di atas akan dibahas di sini. Akan tetapi, penderitaan dapat juga dialami karena kepekaan seseorang terhadap keadaan menyedihkan orang lain atau kesedihannya melihat tingkah laku yang tidak saleh.

Contoh penderitaan fisikal: kesakitan, kegatalan, kena geletek, sesemut atau kebas, lapar atau dahaga, dan berbagai gejala penyakit.

 Penderitaan mental juga dipanggil psikologi atau emosi. Contohnya: kehibaan, kesedihan, kemurungan, jijik, kejengkelan, kemarahan, keberangan, kebencian, penghinaan, cemburu, iri hati, teringin, kekecewaan dan patah hati.

'Emangnya penderitaan ada manfaatnya?' begitulah tanya seorang teman. 'Loh jelas sekali banyak sekali manfaatnya,' jawab saya. Saya kemudian mencoba menjelaskan bahwa orang-orang yang hebat adalah mereka yang mampu mengarungi samudra penderitaan. Semakin menderita hidup seseorang maka kualitas hidupnya begitu sangat mengagumkan. Asal kita tahu bagaimana mengelola menderitaan menjadi keindahan, kebahagiaan dan kesehatan dalam hidup kita.

Pertama, Pengalaman penderitaan dalam hidup kita justru mengajarkan kita pada limpahan kasih sayang Allah Subhanahu Wa ta'ala agar kita semakin dekat dan taat kepadaNya, dengan demikian limpahan kasih sayang Allah akan memenuhi hati kita dan hati kita memancarkan kasih sayangNya untuk semua orang yang disekeliling kita. Kita bisa menjadi lebih sabar dan bijak dalam menghadapi kehidupan.

Kedua, penderitaan yang kita rasakan menjadikan kebahagiaan kita menjadi sempurna. Kebahagiaan sejati pada dasarnya adalah mengalami kegembiraan dan penderitaan secara seimbang. Hidup menjadi dinamis ketika semuanya datang silih berganti antara kebahagiaan dan penderitaan.

Ketiga, penderitaan membuat kita semakin peka terhadap penderitaan orang lain. Kita menjadi memiliki empati dan menghormati orang lain sebagai hamba Allah yang sama-sama dimuliakan. Kita tidak berani menghina, melecehkan, atau mencemooh orang lain karena kita merasakan betapa pahitnya sebuah penderitaan.

Keempat, ketika hati kita remuk redam, ingin menangis menangislah sesungguhnya apa yang kita rasakan sakitnya, dengan menangis merupakan salah satu cara untuk membersihkan hati kita. Menangislah kepada Allah agar diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menjalani hidup ini, sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 'Apa yang disisimu akan lenyap dan apa yang disisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. an- Nahl : 96).

Kesimpulan :
Penderitaan adalah pengalaman orang pada waktu menahan sakit atau kesedihan. Banyak faktor yang menimbulkan penderitaan mau dari luar atau pun dari diri sendiri. Dalam hidup manusia diberikan penderitaan bukan untuk menjadikannya lemah atau semakin terpuruk, melainkan untuk bisa bangkit dan lebih kuat akan kehidupan ini. Manusia juga diberi pilihan akan penderitaan yang mereka dapat, pilihan berdiri meninggalkan penderitaan dan menjadi lebih baik atau terus berjalan di dalam penderitaannya tersebut. Tapi yang jelas manusia yang hebat adalah manusia yang bisa menjadikan sebuah penderitaannya sumber tantangan akan kesuksesan dirinya sendiri.

“Kehidupan ini seimbang, Tuan. Barangsiapa hanya memandang pada keceriaannya saja, dia orang gila. Barangsiapa memandang pada penderitaannya saja, dia sakit.”
― Pramoedya Ananta Toer, Child of All Nations

Sumber:


Jumat, 06 April 2018

KEINDAHAN DAN MANUSIA


CHANDRA RP
1TB01
AHMAD NASHER


Keindahan
Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah "kecantikan yang ideal"  adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.
Pengalaman "keindahan" sering melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan alam, yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional. Karena ini adalah pengalaman subyektif, sering dikatakan bahwa beauty is in the eye of the beholder atau "keindahan itu berada pada mata yang melihatnya.
Kata benda Yunani klasik untuk "keindahan " adalah κάλλος, kallos, dan kata sifat untuk "indah" itu καλός, kalos. Kata bahasa Yunani Koine untuk indah itu ὡραῖος, hōraios, kata sifat etimologis berasal dari kata ὥρα, hora, yang berarti "jam." Dalam bahasa Yunani Koine, keindahan demikian dikaitkan dengan "berada di jam (waktu) yang sepatutnya.
Sebuah buah yang matang (pada waktunya) dianggap indah, sedangkan seorang wanita muda mencoba untuk tampil lebih tua atau seorang wanita tua mencoba untuk tampil lebih muda tidak akan dianggap cantik. Dalam bahasa Yunani Attic, hōraios memiliki banyak makna, termasuk "muda" dan "usia matang.

Keelokan pada Manusia
Wanita yang elok rupanya disebut "cantik" atau "ayu", sementara pria yang rupawan disebut "tampan" atau "ganteng" di dalam masyarakat. Sifat dan ciri seseorang yang dianggap "elok", apakah secara individu atau dengan konsensus masyarakat, sering didasarkan pada beberapa kombinasi dari Inner Beauty (keelokan yang ada di dalam), yang meliputi faktor-faktor psikologis seperti kepribadian, kecerdasan, keanggunan, kesopanan, kharisma, integritas, dan kesesuaian, dan Outer Beauty (keelokan yang ada di luar), yaitu daya tarik fisik yang meliputi faktor fisik, seperti kesehatan, kemudaan, simetri wajah, dan struktur kulit wajah.
Standar kecantikan/ketampanan selalu berkembang, berdasarkan apa yang dianggap suatu budaya tertentu sebagai berharga. Lukisan sejarah memperlihatkan berbagai standar yang berbeda untuk keelokan manusia. Namun manusia yang relatif muda, dengan kulit halus, tubuh proporsional, dan fitur biasa, secara tradisional dianggap paling elok sepanjang sejarah.

Kesimpulan :
Indah adalah kata sifat yang memberikan presepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Sesuatu dikatakan indah apabila terasa oleh panca indra manusia. Keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar, dan elok. Contoh keindahan adalah bumi ini, didalamnya terdapat banyak sekali pemandangan alam yang sangat indah. Keindahan juga tidak hanya ada di alam, manusia pun juga bisa menciptakan keindahan itu disebut seni.

SUMBER :