1TB01
Ahmad N
Penderitaan
Definisi: Pengalaman seseorang pada waktu menahan
sakit atau kesedihan. Penderitaan bisa secara fisik, mental, atau emosi. Banyak
hal dapat menimbulkan penderitaan; misalnya, kerusakan akibat peperangan dan
ketamakan dalam perdagangan, faktor-faktor keturunan yang tidak baik, penyakit,
kecelakaan, ”bencana alam”, hal buruk yang dikatakan atau dilakukan orang lain,
tekanan dari roh-roh jahat, kesadaran bahwa tidak lama lagi akan terjadi
bencana, atau kebodohan diri sendiri. Penderitaan akibat bermacam-macam hal di
atas akan dibahas di sini. Akan tetapi, penderitaan dapat juga dialami karena
kepekaan seseorang terhadap keadaan menyedihkan orang lain atau kesedihannya
melihat tingkah laku yang tidak saleh.
Contoh penderitaan fisikal: kesakitan,
kegatalan, kena geletek, sesemut atau kebas, lapar atau dahaga, dan berbagai
gejala penyakit.
Penderitaan mental juga dipanggil psikologi
atau emosi. Contohnya: kehibaan, kesedihan, kemurungan, jijik, kejengkelan, kemarahan,
keberangan, kebencian, penghinaan, cemburu, iri hati, teringin, kekecewaan dan
patah hati.
'Emangnya penderitaan ada manfaatnya?'
begitulah tanya seorang teman. 'Loh jelas sekali banyak sekali manfaatnya,'
jawab saya. Saya kemudian mencoba menjelaskan bahwa orang-orang yang hebat
adalah mereka yang mampu mengarungi samudra penderitaan. Semakin menderita
hidup seseorang maka kualitas hidupnya begitu sangat mengagumkan. Asal kita
tahu bagaimana mengelola menderitaan menjadi keindahan, kebahagiaan dan
kesehatan dalam hidup kita.
Pertama,
Pengalaman penderitaan dalam hidup kita justru mengajarkan kita pada limpahan
kasih sayang Allah Subhanahu Wa ta'ala agar kita semakin dekat dan taat
kepadaNya, dengan demikian limpahan kasih sayang Allah akan memenuhi hati kita
dan hati kita memancarkan kasih sayangNya untuk semua orang yang disekeliling
kita. Kita bisa menjadi lebih sabar dan bijak dalam menghadapi kehidupan.
Kedua,
penderitaan yang kita rasakan menjadikan kebahagiaan kita menjadi sempurna.
Kebahagiaan sejati pada dasarnya adalah mengalami kegembiraan dan penderitaan
secara seimbang. Hidup menjadi dinamis ketika semuanya datang silih berganti
antara kebahagiaan dan penderitaan.
Ketiga,
penderitaan membuat kita semakin peka terhadap penderitaan orang lain. Kita
menjadi memiliki empati dan menghormati orang lain sebagai hamba Allah yang
sama-sama dimuliakan. Kita tidak berani menghina, melecehkan, atau mencemooh
orang lain karena kita merasakan betapa pahitnya sebuah penderitaan.
Keempat, ketika
hati kita remuk redam, ingin menangis menangislah sesungguhnya apa yang kita
rasakan sakitnya, dengan menangis merupakan salah satu cara untuk membersihkan
hati kita. Menangislah kepada Allah agar diberikan kekuatan dan kesabaran dalam
menjalani hidup ini, sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 'Apa yang disisimu akan lenyap dan apa yang
disisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami memberikan balasan kepada
orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka
kerjakan. (QS. an- Nahl : 96).
Kesimpulan :
Penderitaan adalah pengalaman orang pada waktu
menahan sakit atau kesedihan. Banyak faktor yang menimbulkan penderitaan mau
dari luar atau pun dari diri sendiri. Dalam hidup manusia diberikan penderitaan
bukan untuk menjadikannya lemah atau semakin terpuruk, melainkan untuk bisa
bangkit dan lebih kuat akan kehidupan ini. Manusia juga diberi pilihan akan
penderitaan yang mereka dapat, pilihan berdiri meninggalkan penderitaan dan
menjadi lebih baik atau terus berjalan di dalam penderitaannya tersebut. Tapi
yang jelas manusia yang hebat adalah manusia yang bisa menjadikan sebuah penderitaannya
sumber tantangan akan kesuksesan dirinya sendiri.
“Kehidupan
ini seimbang, Tuan. Barangsiapa hanya memandang pada keceriaannya saja, dia
orang gila. Barangsiapa memandang pada penderitaannya saja, dia sakit.”
― Pramoedya Ananta Toer, Child of All Nations
Sumber:

